Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Dendang Sepotong Bulan

Dendang Sepotong Bulan Karya : Kinanthi Anggraini melingkari tembang langit yang membiru menjadi cuaca yang pecah saat purnama mengkrista,membuka senyumu dan gerhana permata menghujani bumi dengan intan-mutiara dimatamu kerinduan yang menebal di negeri bulan tempat singgasana cuaca yang teragungkan telah menanti manusia hujan berpayung biru,memegang lentera awan kami menjahit buah hati di lembah kuning gading lembah yang mngedepankan madu lebah kuning di pinggir sungai susu bercampur aroma pandan yang tumbuh gula pasir di setiap tepian disanalah bunga tersenyum pada tumpuan cahaya tempat sungai yang bergegas menemui kekasihnya sementara kabut bergelayut dengan manja memulas dilema,mengirim surat dengan bahasa gemercik air,dalam desau daun yang mengalir mengubah kelopak menjadi derai rambut berhelai emas. bermahkota lipatan kuntum bunga menjuntai sebatas dada dan pinggul yang mengundang kupu-kupu yang siap terbang mengitari jelmaan laurel, beraroma surga seg...

Puisi: Tanpa Alasan

Aku tak akan merubah jika tanpa ada alasan Semua yang kulalui akan menjadi sebuah dilema Tak pernah kusangka jika akan datang kembali Serumpun padi yang diikat akan menjadi sebuah filosofi Berawal dari sebuah kejayaan yang hanya akan menyiksa Menyiksa batin seorang penyair yang tiggal sebatang kara Mungkin kau menganggap bahwa semuanya mudah Tak semudah yang kau pikirkan Jika semua akan menjadi sebuah kehampaan Yang menyiksa batin ini sampai akhir menutup mata Tak kusangka dia datang saat semuanya tanpa ada perlu Kenyataan yang mungkin hanya akan membuat semuanya menjadi malam gelap Kerakusan yang selama ini terlihat Ternyata hanyalah sebuah seenggok permainan yang menyakitkan Sebuah dilema jika kau menyadarinya Tak akan ada gunanya jika kau mengelak Tanpa sebab dan tujuan yang berlaku Aku sadar bahwa semuanya berawal dari diri sendiri Sejak mentari terbenam tak ubahnya Sebuah petaka yang akan menjadi sebuah petaka

Sang Guru

Kau mungkin adalah pahlawan Mengabdi pada bangsa dan negara Pengabdianmu tak pernah kulupakan Sebab darimulah akau mulai dapat membaca Pengabdianmu taka akan tergantikan Pengalaman dalam hidup berawal darimu Belajar kemandirian kau yang mengajari Tak akan terganti jika kau setia pada tugasmu Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa Serpihan puing-puing pengabdian Membekas pada jiwamu Kaulah penuntun negeri ini Berjuang mengusir kemalasan Bersatu dalam kepintaran Tak ada yang peduli jika kau adalah seorang pahlawan Demi anak didikmu kau rela mengorbankan waktu dan keluarga

Pupuk Kehidupan

Aku bukan yang lampau Karena rasaku tak akan hilang walaupun kau terlahir jauh disana Tak akan kulupakan apa yang telah kau lakukan Serasa sepi jika kau tak pernah dikenang dalam pikiranku Masa lalu tak akan pernah hilang dalam ingatan kecilku Terbuai atas kenangan masa lalu yang pahit Tak membuatku putus asa Karena melawan arus membuatku terus berusaha dan berusaha Karena cinta bukanlah masalah dalam hidup Masalah terpenting dalam hidup adalah akhlak pribadi Kekuatan dalam hidup bukanlah dari orang lain Semangat bisa ditumbuhkan dalam diri lewat teman Tergoyak apapun masalahnya tak akan berubah Kehampaan hidup tak akan abadi selamanya Seuntaian kata penyair mungkin akan merubahnya Daun yang jatuh ketanah akan menjadi pupuk kehidupan

Puisi: Resah

Kau terhenyuh kedalam angan-angan Terlalu sulit untuk dilupakan Kedalam hati bukan sekedar kehampaan Hembusan angin mulai melirik ke-telinga Perasaan gugup akan menyelimuti kedalaman hati Perhatian akan mulai tertuju Pada satu titik hanya keangkuhan Tak ada lagi ruang untuk bernafas dalam ruang sunyi Kau mungkin tahu apa artinya? Terkadang aku lupa apa itu kehidupan sejati Semua hanya kerapuhan hidup Kehancuran menuju akan keabsahan hidup sejati Terkadang rasa sunyi menyelimuti Mencoba untuk mengisinya dengan alunan musik Kerajaan sang penakluk semakin luas Bisakah dia mengusai hatiku?

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Puisi

Terasa pahit memang serasa Keraguan memang pasti Kekeuatan hati yang tak terbendung Kehampaan akan beribu malam Bidadari kecil itu tersenyum Saat melihat tawa dan senyumku Tapi senyuman itu runtuh seketika saat Aku merajalela dalam kegelapan Sesaat tersesat tak ada yang menolong Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini Terasa sesak dada ini Apakah semua itu cobaan ? Aku tak mengira semua itu terulang lagi Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a Semoga ALLAH mengabulakn do'aku Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini

KAU PUISIKU

Selembar puin-puing kertas putih terserat dalam pena yang mengalir Sebutir harapan menunggu keajaiban datang kini semuanya hanya terasa kerapuhan Selubung yang jiwa yang lemah Tergantung seberapa kuat iman kita Mencoba untuk merangsang Kehampaan yang didapat Terukir dalam dinding kehancuran Semuanya tersa begitu cepat Pikiran dan nafsu yang menguasai Sudahlah, jawaban yang tepat Semua itu belum berakhir Tapi kehancuran yang membuat semua itu menjadi sebuah dilema dan lubang dihati Tak mungkin diukir dalam dinding Tapi terukir selama ini ada dalam hati inilah kenyataan hidup Terkadang pahit terkadang manis terkadang membuahkan hasil tapi semua itu cuma-cuma

Aku ingin menjadi angin

Salam, manis drku ini adlh blog sederhana , kali ini ada puisi mampir dulu ya sob ini puisiku hasil karyaku sendiri........ : Kadang-kadang kita akan lupa  apa yang kini kita lakukan  serpihan angin yang menerpa diriku ingin aku menjadi angin yg bisa berhembus kesegala arah  agar semuanya menjadi mudah lewat angin "aku" bisa menerpa segalanya yg ada didepanku segalanya tak berarti buatku  senja yg sebentar lagi terbenam  tenggelam jauh dibalik khayalku terkadang semangat muncul waktu matahari terbit  apa yg kuhadapi semua ini akan tersa kerapuhan  memang.......... manusia tak ada yg sempurna dr ciptaannya terkadang semuanya menyakitkan bagiku tapi tak mjd kendala bagi hidupku inilah kenyataan yg aku jalani  kita tak boleh mengingkari segala kenyataan ini  inilah kenyataan yang kuhadapi sekarang........... 

Kumpulan salah satu Puisi Chairil Anwar

PUISI KEHIDUPAN Hari hari lewat, pelan tapi pasti Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru Karena aku akan membuka lembaran baru Untuk sisa jatah umurku yang baru Daun gugur satu-satu Semua terjadi karena ijin Allah Umurku bertambah satu-satu Semua terjadi karena ijin Allah Tapi… coba aku tengok kebelakang Ternyata aku masih banyak berhutang Ya, berhutang pada diriku Karena ibadahku masih pas-pasan Kuraba dahiku Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk Kutimbang keinginanku…. Hmm… masih lebih besar duniawiku Ya Allah Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Masihkah aku diberi kesempatan? Ya Allah…. Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku Astagfirullah… Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah… Timbangan dunia dan akhir...

Beratap pada lamuan sunyi

 Lumpuh Kala senja takpernah menunjukan sinarnya lagi kala itu semuanya hanya terasa kerapuhan aku tak mampu berdiri tak mampu berjalan karna semuanya nampak tak berarti disini aku hidupdalam kerintihan hatiku tlah lumpuh beratap pada lamuan sunyi semua karna aku tahu cinta tak pernah tulus padaku hanya seenggok permainan yang menyakitkan yang aku tlah memikulnya memikul harapan yang menyiksa jiwa dan ragaku hingga semua tlah beku menjadi sebuah fosil peradaban yang hancur

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa

Puisiku :2

Katakanlah bahwa itu semua adalah bohong tak ada gunanya berkata tak mampu terbuai aku dalam nostal gia yang tak ada artinya terlelapku dalam penipuan belaka yang tak aad artinya kiniku terbaling lemah dalam penyesalan yang tak ada artinya kiniku sadar bahwa itu semua adalah tipuan belaka yang tak ad habisnya kini hanyalah tinggal kenangan belaka yang tak ada artinya ku berdo'a terelung akan nostalgia itu tak ad kapoknya aku selalu begitu terulang lagi dan lagi tak ad puasnya harus bagai mana ini ? tak ada lagi kenyataan yang bisa kulakukan untuk mengubahnya kini tinggal berdo'a dan berusaha dalam hidup ini.......

Puisi

Arti Cinta Salahkah jika aku mengharapkan Setitik embun Tuk sejukkan lenganku Yang terbakar terik mentari Mungkinkah akan tercurah Setitik embun Sedang kini … Aku berdiri di tengah teriknya hari Namun cinta tetaplah cinta Yang mampu memberikan Sebuah kemungkinan Akan ketidakmungkinan Jangankan hanya untuk Mencurahkan Setitik embun Di tengah teriknya hari ---x---

Sebuah Goresan kata hati

Resapilah Tidak semua hal Yang indah dalam  logika Akan terasa indah dalam rasa Seperti halnya pantai Dengan debur ombak yang Menghempas pasir Juga riuh angin Yang  bertiup perlahan Dalam logika Mungkin semua akan terasa indah Namun dalam rasa Semua akan terasa mencekam Debur ombak adalah jerit pasir Saat ombak menghempasnya Riuh angin adalah rintihan Dari serpihan jiwa yang terbuang Dan dihempaskan Dihamparan pasir AKU Ku akui aku tak lebih Dari awan hitam yang rapuh Sedikit saja angin menerpaku Maka aku akan hancur Menjadi tetes-tetes air hujan Namun satu yang kubangga dariku Bahwa akulah awan hitam Yang menjadi atap Bagi jiwa-jiwa yang gersang Dan sejukkan mereka Walau aku telah hancur Menjadi tetes-tetes air hujan Aku kan tetap sejukkan mereka Sesal dan Keabadian Aku adalah seekor burung Yang takut terjatuh Karena khawatir akan patahnya sayap Dan lebih memilih Untuk menetap ...