Langsung ke konten utama

Puisi


Arti Cinta

Salahkah jika aku mengharapkan
Setitik embun
Tuk sejukkan lenganku
Yang terbakar terik mentari

Mungkinkah akan tercurah
Setitik embun
Sedang kini …
Aku berdiri di tengah teriknya hari

Namun cinta tetaplah cinta
Yang mampu memberikan
Sebuah kemungkinan
Akan ketidakmungkinan

Jangankan hanya untuk
Mencurahkan
Setitik embun
Di tengah teriknya hari
---x---

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa

Puisi

Terasa pahit memang serasa Keraguan memang pasti Kekeuatan hati yang tak terbendung Kehampaan akan beribu malam Bidadari kecil itu tersenyum Saat melihat tawa dan senyumku Tapi senyuman itu runtuh seketika saat Aku merajalela dalam kegelapan Sesaat tersesat tak ada yang menolong Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini Terasa sesak dada ini Apakah semua itu cobaan ? Aku tak mengira semua itu terulang lagi Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a Semoga ALLAH mengabulakn do'aku Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini