Langsung ke konten utama

Puisi


Terasa pahit memang serasa
Keraguan memang pasti
Kekeuatan hati yang tak terbendung
Kehampaan akan beribu malam

Bidadari kecil itu tersenyum
Saat melihat tawa dan senyumku
Tapi senyuman itu runtuh seketika saat
Aku merajalela dalam kegelapan

Sesaat tersesat tak ada yang menolong
Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini
Terasa sesak dada ini
Apakah semua itu cobaan ?

Aku tak mengira semua itu terulang lagi
Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a
Semoga ALLAH mengabulakn do'aku
Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa