Langsung ke konten utama

Puisi : Rapuh

Rapuh


Terpuruk dalam keangkuhan
semua berawal dari insan yang durhaka
semua hanya terasa kerapuhan 
keegoisan menujukan sikap mulaiakah?

aku hanya pucuk yang rapuh
dalam kesenjaan belaka
aku tak mengerti kau sungguh egois
merenggut batin yang suci

tersesak dada ini setelah 
kau lambaikan keangkuhanmu
tak ada lagi ruangkah?
berawal dari kerakusan

yang membawa pepucukan 
menjadi rapuh dalam alunan sendu
teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa
bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Komentar

  1. puitis sekali , min aku bleh tanya gx klo puisi ni saya copy blh gc?

    BalasHapus
  2. Boleh min , tapi gunakan dg semestinya... oke :D

    BalasHapus
  3. buatin do'ong min,hahaa

    BalasHapus
  4. ahaayde ya puisi galau mu,haha

    BalasHapus
  5. hohohoohoh ya tinggal copy aja to?

    BalasHapus
  6. mau yg limited edition min,hahaha

    BalasHapus
  7. hurung gawe menih, lg nunggu waktu yg tepat buat mostingnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa

Cara Menulis Cerpen

Bagi Anda yang baru memulai ingin bisa menulis cerpen, barangkali panduan di bawah ini bermanfaat. Artikel sederhana ini hanya sebagai referensi, pengembangannya bisa dilakukan sesuai keinginan sendiri yang paling mudah dilakukan. Cerpen merupakan sebuah cerita tertulis yang mengandung alur, plot, dan pesan dengan panjang umumnya kurang lebih 1000 kata atau 7000 huruf/karakter. Langkah-langkah menulis cerpen dapat dilakukan sebagai berikut : 1.   Menangkap ide Langkah awal agar bisa menulis sebuah cerita adalah memiliki ide cerita. Ide cerita tidak harus yang rumit-rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat atau dialami bisa menjadi ide cerita. Ide ini dapat juga dijadikan judul cerita. Misalnya melihat seorang gadis sedang menyapu halaman. Itu bisa menjadi ide cerita sekaligus dapat dijadikan judul, “Gadis Penyapu Halaman”. Kalau judulnya dirasa kurang pas, bisa diganti dengan judul yang lain. 2.   Menulis dengan gaya bahasa sendiri Langkah selanjutnya adalah menul...