Langsung ke konten utama

Puisi: Resah

Kau terhenyuh kedalam angan-angan
Terlalu sulit untuk dilupakan
Kedalam hati bukan sekedar kehampaan
Hembusan angin mulai melirik ke-telinga

Perasaan gugup akan menyelimuti kedalaman hati
Perhatian akan mulai tertuju
Pada satu titik hanya keangkuhan
Tak ada lagi ruang untuk bernafas dalam ruang sunyi

Kau mungkin tahu apa artinya?
Terkadang aku lupa apa itu kehidupan sejati
Semua hanya kerapuhan hidup
Kehancuran menuju akan keabsahan hidup sejati

Terkadang rasa sunyi menyelimuti
Mencoba untuk mengisinya dengan alunan musik
Kerajaan sang penakluk semakin luas
Bisakah dia mengusai hatiku?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa

Puisi

Terasa pahit memang serasa Keraguan memang pasti Kekeuatan hati yang tak terbendung Kehampaan akan beribu malam Bidadari kecil itu tersenyum Saat melihat tawa dan senyumku Tapi senyuman itu runtuh seketika saat Aku merajalela dalam kegelapan Sesaat tersesat tak ada yang menolong Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini Terasa sesak dada ini Apakah semua itu cobaan ? Aku tak mengira semua itu terulang lagi Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a Semoga ALLAH mengabulakn do'aku Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini