Langsung ke konten utama

Pucuk

 Tentang aku
Ketahuilah tentang tautan rasa
aku ini pepucuk ranting
pepucuk daun
dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh
bukan untuk berkembang dewasa
namun menua dia takakan berujung bunga
tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru
kuharap kau bisa mengerti memahami
dan mungkin dirimu lebih tau
bahwa tentang pucuk
dia butuh lebih banyak auksin rasa
dan bukan pupuk rasa

Komentar

  1. DIa memang lebih butuh auksin rasa dr pada pupuk
    pupuk apa dulu?

    BalasHapus
  2. DIa memang lebih butuh auksin rasa dr pada pupuk
    pupuk apa dulu?

    BalasHapus
  3. DIa memang lebih butuh auksin rasa dr pada pupuk
    pupuk apa dulu?

    BalasHapus
  4. ooooooo jadi begitu terus

    BalasHapus
  5. yahhh memang begitu.

    BalasHapus
  6. Asyik tuh puisinye!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Puisi

Terasa pahit memang serasa Keraguan memang pasti Kekeuatan hati yang tak terbendung Kehampaan akan beribu malam Bidadari kecil itu tersenyum Saat melihat tawa dan senyumku Tapi senyuman itu runtuh seketika saat Aku merajalela dalam kegelapan Sesaat tersesat tak ada yang menolong Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini Terasa sesak dada ini Apakah semua itu cobaan ? Aku tak mengira semua itu terulang lagi Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a Semoga ALLAH mengabulakn do'aku Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini