Langsung ke konten utama

Puisi: Tanpa Alasan

Aku tak akan merubah jika tanpa ada alasan
Semua yang kulalui akan menjadi sebuah dilema
Tak pernah kusangka jika akan datang kembali
Serumpun padi yang diikat akan menjadi sebuah filosofi

Berawal dari sebuah kejayaan yang hanya akan menyiksa
Menyiksa batin seorang penyair yang tiggal sebatang kara
Mungkin kau menganggap bahwa semuanya mudah
Tak semudah yang kau pikirkan

Jika semua akan menjadi sebuah kehampaan
Yang menyiksa batin ini sampai akhir menutup mata
Tak kusangka dia datang saat semuanya tanpa ada perlu
Kenyataan yang mungkin hanya akan membuat semuanya menjadi malam gelap

Kerakusan yang selama ini terlihat
Ternyata hanyalah sebuah seenggok permainan yang menyakitkan
Sebuah dilema jika kau menyadarinya
Tak akan ada gunanya jika kau mengelak

Tanpa sebab dan tujuan yang berlaku
Aku sadar bahwa semuanya berawal dari diri sendiri
Sejak mentari terbenam tak ubahnya
Sebuah petaka yang akan menjadi sebuah petaka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa

Puisi

Terasa pahit memang serasa Keraguan memang pasti Kekeuatan hati yang tak terbendung Kehampaan akan beribu malam Bidadari kecil itu tersenyum Saat melihat tawa dan senyumku Tapi senyuman itu runtuh seketika saat Aku merajalela dalam kegelapan Sesaat tersesat tak ada yang menolong Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini Terasa sesak dada ini Apakah semua itu cobaan ? Aku tak mengira semua itu terulang lagi Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a Semoga ALLAH mengabulakn do'aku Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini