Langsung ke konten utama

Tersandung dengan perasaan.

Hai sob kali ni ada yg baru dr karya puisiku yah gax lumayan sih menurutku bagaimana dg anda? sudah bulan mei harus ngepost sepi rasanya klo gax ngepost
Nih die ku persembahkan karya ku sendiri :


Tak kusangka bahwa semua ituterjadi
tiba-tiba ada sebuah perasaan
yang tiba-tiba merebut perasaan ini
tersadar atau tidak inilah hidup

penuh dengan perasaan yang tak je;las
tersa enak tapi sakitnya lama
meruisak segalanya
dilahap habis oleh seuntaian nafsu

nafsu yg taka terhalangi
membuat hatio ini akan ragu akan semu ini
sudah terlambat untuk berhenti
 telah dilakukan hal yg tak mungkin terulang

hari demi hari terlalui
tak kusangka hadir disetiap saat dalam hidup
harus bagaimana kini diselimuti oleh rasa bingung

berserah dirilah kepada tuhan
karena Dia yg telah memberikan kehidupan
kini semuanya diangagap sebuah coban dr-Nya
karena hidup adlh segenap perasaan yang ada.

Yh ini karyaku  tunggu ya karyaku yang lain...........
Wassalam.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi : Rapuh

Rapuh Terpuruk dalam keangkuhan semua berawal dari insan yang durhaka semua hanya terasa kerapuhan  keegoisan menujukan sikap mulaiakah? aku hanya pucuk yang rapuh dalam kesenjaan belaka aku tak mengerti kau sungguh egois merenggut batin yang suci tersesak dada ini setelah  kau lambaikan keangkuhanmu tak ada lagi ruangkah? berawal dari kerakusan yang membawa pepucukan  menjadi rapuh dalam alunan sendu teramat dia amat rakus terhadap auksin rasa bukan pupuk yang dia beri untuk kesuburan....

Pucuk

 Tentang aku Ketahuilah tentang tautan rasa aku ini pepucuk ranting pepucuk daun dan bukan tunas dia hanya akan tumbuh bukan untuk berkembang dewasa namun menua dia takakan berujung bunga tapi akan tumbuh pucuk-pucuk baru kuharap kau bisa mengerti memahami dan mungkin dirimu lebih tau bahwa tentang pucuk dia butuh lebih banyak auksin rasa dan bukan pupuk rasa

Puisi

Terasa pahit memang serasa Keraguan memang pasti Kekeuatan hati yang tak terbendung Kehampaan akan beribu malam Bidadari kecil itu tersenyum Saat melihat tawa dan senyumku Tapi senyuman itu runtuh seketika saat Aku merajalela dalam kegelapan Sesaat tersesat tak ada yang menolong Hanya kehampaan yang menyelimuti kekuatan hati ini Terasa sesak dada ini Apakah semua itu cobaan ? Aku tak mengira semua itu terulang lagi Aku mencoba untuk bertahan dan berdo'a Semoga ALLAH mengabulakn do'aku Angin itu mulai menyisihkan untuk hati ini